Archive for the ‘Danu Tri Widyasto’ Category

h1

The Prayer

January 22, 2010

Tuhan….

Bimbinglah dia sebagaimana KAU senantiasa membimbingku…

Sayangi dia sebagaimana KAU selalu menyayangiku…

Bahagiakan dia sebagaimana KAU senantiasa membahagiakanku….

Perbaiki dia sebagaimana KAU senantiasa memperbaikiku….

Perbaiki ahlaknya… Perbaiki iman dan Islamnya… Perbaiki hidupnya… Perbaiki hatinya… Perbaiki kesehatannya… Perbaiki perekonomiannya…. Perbaiki semua yang memang perlu ENGKAU perbaiki, Tuhan…

Jadikan dia Imam yang terbaik bagi dirinya, bagi keluarganya di masa depan, bagi isterinya… bagi anak2nya…

Dan jika ternyata ia bukanlah Imam yang telah KAU tentukan untukku, maka ikhlaskanlah hatiku melepasnya…

Jika KAU bertanya apakah aku menginginkannya? jawabnya adalah IYA….

Namun jika KAU bertanya apakah aku mengharapkannya? jawabnya adalah TIDAK…

Aku belajar… Belajar untuk tahu diri… Belajar untuk tidak mendahului… Aku sudah belajar untuk tidak lagi bermimpi…

Apa aku salah, Tuhan?…

Apa aku pesimis?…

Apa aku berdosa karena berputus asa?…

Salahkanlah aku jika memang itu mau-MU…

Namun bermimpi dan berharap telah menjadi hal yang luar biasa MEWAHNYA bagiku… karena begitu semua yang kita impikan dan harapkan ternyata bertolak belakang dengan kenyataan, maka harga yang harus kubayarpun TERAMAT MAHAL…

Ampuni aku karena senantiasa meragukan-MU…

Meragukan keputusan-MU….

Mempertanyakan rencana-MU…

Menyalahkan-Mu dan juga menyalahkanku….

Ampuni aku….

h1

“Some thing” came up…

October 16, 2009

 

Today, a 6.4 scale earthquake happened, the source was in Ujung Kulon but in Bogor, we also felt the tremble… I was teaching on the 2nd floor, and as always we ran out side, all the teachers and the students too… Thank God it wasn’t as bad as the previous one, no more cracks on the wall.. and things were under control…

But back then,  something strange happened to me. During and after the earthquake, there was only one thing in my mind… “If I die here, I won’t see him any more… and if he dies there, HOW WOULD I LIVED?”….

And now I realized that…. He is not, I repeat: HE IS NOT JUST A RE-BOUNDER….

h1

“The Wall”

October 12, 2009

Jujur gw capek dengan semua ini… Capek berusaha berdamai dengan masa lalu… Capek lari dari kenyataan… Capek juga berharap untuk sesuatu yang semu…  Capek…

Beberapa minggu terakhir ini gw udah berusaha sekuat tenaga untuk bisa lupain dia-yang-ngga-boleh-lagi-disebut namanya…. Keputusan nggak masuk akal- having-a-Rebounder-pun  gw buat atas dasar itu… Nggak mudah!! Semua ini nggak mudah buat gw!! Semua ini sulit buat gw! !Tapi gw bersedia ngelakuin itu semua, demi keluar dari masa lalu gw!!

Dan apa terjadi sekarang? Gw ngerasa dikhianatin sama diri gw sendiri!….. Hampir tiap malam dia ada di mimpi gw.. dalam berbagai situasi.. dalam berbagai suasana… Seolah gw ditampar sama Alam Bawah Sadar gw! Seolah dia teriak depan mata gw dan bilang ” Wake up, Febi!! siapa yang  coba loe bohongin?? Loe masih suka! Loe masih cinta sama dia! Di hati kecil loe, loe masih berharap keajaiban! Loe masih berharap ini semua cuma mimpi buruk dan pagi nanti disaat loe bangun, dia masih ada disisi loe.. Tersenyum… Tersenyum… Cuma buat loe! Seperti dulu!”

Jujur….  Gw ngerasa hancur… Gw ngerasa ditinggalin, dibuang dan dibaikan!! Gw ngerasa nggak berharga…. Dan disisi lain, gw juga ngerasa salah… Gw ngerasa childish dan selfish

Now that I do have someone beside me, a Re-bounder indeed… But GOD knows he could have been so much more…

I keep questioning, “Is he for real?”…. Gw dah kehilangan kapasitas buat percaya, pada siapapun dan akan apapun, kecuali Tuhan-yang-ngga-sedikitpun-gw-raguin-eksistensiNYA-tapi-sering-gw-raguin-keputusanNYA-, nggak ada siapapun yang bisa menjamin kebahagiaan buat gw, makanya gw janji sama diri gw sendiri untuk bahagia…. Gw janji untuk nggak lagi ngerasa sakit… Gw janji untuk ngelindungin diri gw sendiri…

Tanpa sadar, gw udah membangun tembok yang tebel  antara gw sama dia…  So, if one day, the wind blows really hard, it wont hit me on the face… It wont even touch me… I wont fall apart just like I did…. And I’ll be okay, save and sound….

I still remember what he said to me one day “Jangan terlalu terpaku sama Oppa, keep on searching.. and feel free” Meski gw udah tau kenyataan itu, meski itu memang kesepakatan dari awal, but it really hurt when he mentioned that…. Gw sadar akan semua itu, tapi gw nggak perlu denger dari mulut dia, karena gw nggak maw denger itu semua…. Ever since I simply limit every thing… every single thing… nggak boleh suka terlalu suka… nggak boleh berharap lebih.. nggak boleh percaya… nggak boleh bergantung.. nggak boleh manja… nggak boleh terlalu deket… dan nggak boleh bermimpi… Coz one day, he’ll walk out of my life just like any other guys….

Gw nggak tau berapa lama “Tembok” itu akan bertahan… Gw juga nggak tau akan seberapa tebal “Tembok” itu nantinya… Tapi gw janji, gw nggak akan lagi ngerasa sakit, walaupun sedikit….

h1

A dillema…

October 9, 2009

 

Every body knows me as a western person… I’m a great planner…  I always use my logic…  I think every little thing…  Every details…  But one day, I CONVERTED my self into a northern person… I don’t think any more…  I act… and I decided to have a Re-bounder…

A Re-bounder… what a silly, silly decision… What for?…  It’ll hurt both sides… It never crossed my mind.. . not a bit!  It was so NOT ME, the old ME wouldn’t have done it!…  But I did! I actually did…  Back then, I was so exhausted…  desperately wanted to get rid of THE OLD MEMORIES… And here came this guy… Offered himself to be one, and I asked him to… I BEG HIM to be precise…  and he said YES…  he said YES while he could have said NO! I guess I was out of my mind…

I never stop thinking… What was on his mind?… A pity?… Feel sorry?.. In the name of humanity?… but one thing for sure… HE DOES NOT LOVE ME… love doesn’t grow that fast… and I wouldn’t hope for miracles..

This guy comforts me… In many ways, he really does…  But I don’t wanna fall for him… Coz it’ll be hard for me to leave him when the time has come… But now I can see my self  FALLING DOWN… even DEEPER, this wasn’t even the plan! But now I’m going to a different direction…..

I would love to rest my mind for a while… Stop thinking…  and simply let my instinct do the thing… Let thing flows as it is, and see what happens… But can I do that? Can FEBIANY YULASTRI do that??

h1

Speechless….

September 25, 2009

 

Right now, I’m questioning my self… what kind of world I’ve been living in? Is it a real world? Or is it just a fake immagination? Selama ini gw seolah hidup di sebuah dunia yang bener2 jauh dari realita yang ada… Apa karena gw yang terlalu naive dalam memandang segala sesuatunya? Atau memang gw yang semata-mata menutup mata gw dari realitas yang sebetulnya memang ada?…

Today, I’m blessed having the opportunity to discover the real colors of the world… The real color of life I’ve been avoiding so far… Ternyata nggak semuanya berwarna pastel… Ternyata nggak semuanya berwarna cerah dan ceria.. Ternyata ada yang lebih suram dari abu-abu.. Ternyata ada yang lebih kelam dari hitam…

For all these times, I guess I’m being too selfish, a self-centered person who looks at things from one perspective only… Gw selalu melihat segala hal dari sudut pandang gw sebagai cw….  Berpikir dan bertindak sebagai cw… Menuntut pemahaman berlebih dari cowo yang  berdasar dari  ego gw sebagai cw…  Bahkan gw dengan sok tawnya, pernah membuat cerpen yang dengan sudut pandang cowo yang jatuhnya jadi amat ‘perempuan’..

I was scared to death when I discovered how naive I had been...  Konsep gw mengenai dunia laki-laki seolah dijungkirbalikan dengan fakta yang terlampir dari lembar demi lembar jurnal yang gw kini ada di depan mata gw…  Ternyata dunia mereka jauh lebih berwarna dari yang selama ini gw kira.. bergradasi dari yang tercerah sampai yang terkelam… menampilkan berbagai karakter, protagonis.. antagonis… being an angel and a devil at the same time…  merindukan sentuhan Tuhan dan pengingkaran akan eksistensi-NYA dalam waktu yang bersamaan…

Amazed….  shocked… and speechless… lembar demi lembar itu seolah membuka mata gw lebar-lebar… This is life, Febi….

Apa gw takut?  jujur… ya! karena sekilas di benak gw muncul pengandaian ‘what if… what if… what if… ‘

Apa itu membuat gw paranoid? I dont think so…  but I guess it increases my self awareness in terms of men….

Apa itu membuat gw kecewa? jujur… sedikit, tapi lebih banyak pembelajaran yang ambil dari sana…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.