Hari itu adalah hari terakhir aku menghabiskan liburanku di tanah Mpek-Mpek a.k.a. Palembang. Perasaan sedih karena harus berpisah dengan keponakan2ku yang lucu dan menggemaskan bercampur aduk dengan rasa sedihku karena bangkrut
Tiap kali aku berlibur kesana, sudah pasti bonus akhir tahunku melayang bak kapas di udara.. But it’s worthed, semua kebersamaan dengan keluarga kecil nan bahagia itu amat mengobati kejenuhanku dalam bekerja
Gara2 bercanda dan main Ciluk Ba!! dengan ponakanku hingga larut malam, aku nyaris terlambat bangun di pagi harinya. Ponakanku yang satu itu benar2 mengingatkanku akan boneka kelinci berwarna pink yang ada di iklan ENERGIZER! Dia seolah tak pernah kehabisan energy.. Dan aku, si Tante gembrot yang masih lajang tapi mulai dimakan usia ini, agak kewalahan meladeninya hingga larut malam.
Pesawatku berangkat jam 6.30 pagi… Kakak iparku mengantarku sampai ke Bandara Sutan Badaruddin. Ketika aku sampai sana, jantungku hampir copot karena pesawat Sriwijaya yang harusnya aku tumpangi sedang mondar mandir di lapangan udara, tanda dia persiapan Take Off. Ketika kulihat jam, saat itu masih pukul 5.55!! Bagaimana mungkin aku ditinggal?? Okay.. Okay.. aku yang salah, harusnya aku check in 1 jam sebelumnya… Tapi khan masih ada waktu 35 menit lagi, bantahku dalam hati.
Dengan tergesa-gesa, aku menghampiri petugas Check In.
Aku : “Mbak.. Mbak… itu pesawat Sriwijaya yang pemberangkatan jam 6.30 ya? Kok udah persiapan Take off??!!”
Aku panik setengah mati sementara si ‘Mbak’ Petugas ini dengan santainya menjawab
Si Mbak : “Lho? Memangnya tidak ada pemberitahuan? Pesawatnya khan dimajukan jadi pukul 6.00.”
Hatiku mencelos mendengarnya.
Aku : “Saya TIDAK PERNAH menerima pemberitahuan apapun. Tidak lewat Tlp, Hp atau Sms!!”
Si Mbak : “Waah… harusnya ada, soalnya semua penumpang yang naik tadi, mendapat pemberitahuan kok”
Aku : “Iyaaaaa… tapi saya NGGAK DAPET!! Ya udah deh, pesawatnya masih ada khan? saya mau naik!!”
Si Mbak : “Maaf Mbak… nggak bisa”
Aku : “KENAPA??!!”
Si Mbak : “Karena kami sudah KLUSS”
Apa pula maksudnya ‘KLUSS’?????
Aku : “Maksudnya KLUSS??”
Si Mbak : “Iya, KLUSS… sudah tutup”
Darahku langsung naik ke ubun-ubun.. Sebagai guru Bahasa Inggris gadungan yang amat loyal pada pekerjaannya, aku merasa WAJIB mengoreksinya.
Aku : “CLOSE, Mbak!! (baca: klous) Bukan KLUSS!! Emangnya BLUES CLUES (baca: Blus Kluss)??!!!! GRRRRR!!!!!”




