Day 15 in BENGKULU. This is where my new life begins. Many things happened in the past few days. As predicted, the main problem were culture shock and language gap. Not that I don’t enjoy them, but you know, these whole things are way too shocking for me, that’s why.. New place, new people, new culture, new language,and new habit, all blend in one big pot called NEW LIFE. When I took the decision to marry him, little did I know it would end up like this. That the changes would be this BIG. That I would question my sanity over and over again. Back then I used to get up late, now I get up early. I didn’t use to do house cores, now I do. I used to have a job, now I don’t. I used to make my own money, here my husband does. I used to buy anything I want, now I need to ask for his permissions…
Archive for January, 2012

January 24, 2012
Tidak terasa 2 bulan sudah berlalu semenjak aku menyandang predikat ‘NYONYA’… 20 November 2011, itulah tanggal yang dipilih olehku.. alasannya? simple aja: tanggal cantik.. 20-11-2011.. Memang sesimple itulah jalan pikirku. aku bukanlah penganut paham tanggal baik dan tanggal buruk sebagaimana orang Jawa kebanyakan. Not that I don’t respect their point of view, but it’s just not ME.. Dulu ya, duluuuuuu banget, jaman2 aku sering ikut pengajian dengan ustad Nabiel sebagai penceramah, dia pernah bilang semua tanggal itu baik, di Islam tidak ada istilah tanggal baik dan tanggal buruk. kalau ngga salah Nabi Muhammad sengaja menikahkan anaknya Fatimah di bulan Safar, demi mematahkan anggapan bahwa menikah di bulan Safar itu bawa sial, karena itu musim kawin binatang. Yaaah.. itulah salah satu ilmu yang berhasil aku serap selagi menatap wajah ganteng ustad yang satu itu.. hihihihihi!!! Jujur saja, aku bukanlah sosok yang religius, dan menghadiri pengajain bukanlah suatu hobi buatku. awalnya aku mengikuti pengajian itu karena bosan mendengar ajakan a.k.a sindirian para senior di kantorku, dengan hati enggan akupun menghadirinya dan begitu menatap wajah ganteng nan sejuknya, keengganan itu serta merta berubah jadi keikhlasan.. ^^
Kalau kita flash back, semua kejadian yang sudah lewat ENTAH KENAPA jatohnya pasti LUCU. Padahal waktu ngejalaninnya, STRESSnya bukan maen!! Have you ever felt that way too? Well, it always happens to me. All the time….
20-11-2011, tanggal cantik yang dipilih berjuta-juta orang pada saat yang bersamaan, membuatku tidak bisa berharap banyak akan kehadiran tamu. Pagi itu dimulai dengan rentetan sms di pagi yang hari yang isinya kurang lebih sama: “Sorry ya Say, couldn’t make it to ur wedding, bla..bla..bla..” a bit dissapointing actually, I was hopping to meet some of my old mates. aku masih inget omongan periasku tadi malam “Neng, ulah telat nya enjing.. pokona mah telat2na jam satengah genep kedah aya di gedung wee” (Neng, jangan telat ya besok… pokoknya paling telat jam 5.30 harus udah ada di gedung yaa).. And last-minute-person like me, baru sampe ke gedung itu jam 6.30!! dan tebak dimana periasnya?? masih OTW, sodara-sodarah.. Grrrr…
Aku mulai dirias jam 7 kurang, ngga boleh liat cermin pula.. katanya nanti efek magicnya ilang… “Baca sholawat nabi ya Neng”, kata periasnya. Yayayayaya, manut aja… Turned out, banyak hal-hal yang sooooo unpredictable! Sepupuku yang ngambeklah ngga mau pake kostum penerima tamu, gara-gara bajunya ngga matching sama dalemannya. ternyata jilbab dan dalemannya harus bawa sendiri, and helloww?? how the hell should i know?? This is my first marriage and periasnya ngga ngasih tau apapun mengenai itu.. Yang ada, I spent quite a long time saying sorry and ngebujukin dia untuk pake kostum itu..
Belum lagi si papih yang tiba-tiba kumat keras kepalanya. Jam 8 lewat dia masih di rumah, santaaaaaiiii… baru sampe gedung jam 9 kurang, terus dia ngga mau pake kostum beskap, maunya pake jas aja pas ijab kabul. Katanya nanti pas resepsi , baru pake beskapnya. Dimana itu mengundang tanya dari semua orang…. “Kunaon nya?? Aya naon nya?” (Kenapa yaa? Ada apa yaa?)….. Aaarrrrrgghhhh!!!!
Acara serah terima pengantin pria ke keluarga pengantin wanitapun otomatis mundur 30 menit dari yang dijadwalkan. Acara ijab kabul baru dimulai jam 9.30, and this is my favorite part: REMEDIAL PART.. kayanya profesiku sebagai seorang guru gadungan yang sering banget ngasih remedial sama murid, mengundang banyak sumpah serapah dari para remedialers tadi. buktinya masa ijab kabul aku REMEDIAL 7 KALI!! Lagi-lagi si Papihlah tersangkanya.. Dari semalam aku sudah menawarkan diri untuk menyiapkan text ijab kabulnya, eeeh dia bilang “Udah bisaaaaaa…. Udah apaaaaaalll…. Santaiiiiiii..” dan inilah cuplikannya:
Papih: “Pada hari minggu, tanggal 20 November 2011, kita berkumpul disini…”
Penghulu: “Maaf, Pak.. kita langsung to the point saja.. dibuat singkat saja…”
Papih: “Saudara ADIANTI…..”
Penghulu: “Maaf, Pak.. ADIANTO”
Papih: “Saudara Adianto BINTI Basturi….”
Penghulu: “Maaf, Pak… BIN”
Dan gurat-gurat kekesalan mulai nampak di wajah si bapak penghulu.
Penghulu: “Bagaimana kalau Bapak ikuti saja ucapan saya ya Pak; SAUDARA ADIANTO BIN BASTURI MASIR, SAYA NIKAHKAN ANAK SAYA DENGAN ENGKAU, DENGAN MAS KAWIN EMAS PUTIH SEBERAT 11.73 GRAM DIBAYAR TUNAI”
Papih: “Pada hari minggu…….”
GUBRAK!!!
Setelah 7 kali REMEDIAL yang akan selamanya terpatri di dalam hati, predikat ‘NYONYA’pun berhasil aku sandang. Dilanjut dengan upacara adat, sungkeman pada masing-masing orang tua pengantin laki-laki dan perempuan (ini yang paling banyak menguras air mata, terutama saat sungkeman pada Mamih-superwoman yang telah membesarkanku sampai bobotku 80 kilo ini-), dilanjut dengan acara huap lingkup. masing-masing orang tua pengantin memegang satu gumpalan nasi ketan kuning. masing-masing orang tua perempuan memberi suapan pada anak kandung mereka. dan masing-masing orang tua laki-laki memberi suapan pada menantu mereka. begitulah SEHARUSNYA… tapi begitu papih mengambil gumpalan nasi ketan kuning itu dari nampan perak, serta merta dia menggigit, mengunyah dan menelannya. Dan nasi ketan yang tadinya bulat itu tiba-tiba menjelma jadi bulat sabit. Begitu dia tahu itu SEHARUSNYA diberikan pada menantunya, dipencet-pencetlah si bulan sabit itu demi mengembalikanya pada bentuk aslinya, dimana hal tersebut mustahil adanya!! Akhirnya si bulan sabit berselaput jigong itu disuapkannya pada suamiku yang menelannya dengan suka cita (karena dia tidak tahu apa-apa)… Gustiiii….
Acara tarik menarik bakakak ayampun dimenangkan oleh Super Mbiw!! Sayang, saking beratnya si ayam meluncur ke lantai.. Hiks! Dilanjut dengan acara Saweran.. sebetulnya